Kesehatan memang sesuatu yang amat berharga yang perlu kita jaga tiap-tiap waktu. Tapi sebagai manusia ada kalanya kita tak kuasa melawan datangnya sakit. Karenanya dari itu, selain mencegah dan menjaga diri, salah satu hal yang bisa kini dilaksanakan oleh banyak orang untuk kesehatannya yaitu melaksanakan perlindungan atau proteksi diri dari sakit dan menurunnya kesehatan. Untuk melaksanakan perlindungan atau proteksi diri dalam kaitannya dengan kesehatan ini dibutuhkan sebuah produk yang kerap kali disebut dengan asuransi kesehatan. Dengan asuransi kesehatan, seseorang memang akan menerima perlindungan untuk mendukung kesehatan Anda yang sedang menurun. Tapi untuk menerima asuransi kesehatan ini Anda diharuskan mendaftar dan juga membayar sejumlah premi per bulannya sesuai kemampuan Anda.

 

Salah satu produk asuransi kesehatan yang menawarkan perlindungan dan proteksi kepada Anda yaitu Prudential. Prudential sendiri yaitu usaha asuransi yang didiirkan tahun 1995 dibawah PT Prudential Life Assurance atau yang umum disebut dengan Prudential Indonesia. Perusahaan ini yaitu komponen dari Prudential plc, sebuah perusahaan jasa keuangan internasional dari Eropa yang berpengalaman menyediakan produk asuransi jiwa selama lebih dari 160 tahun serta jaringan bisnis yang luas hingga 12 negara besar di Asia. Sebagai komponen dari Prudential plc, Prudential Indonesia membawa pengalaman-pengalamannya tadi untuk terus mengoptimalkan pelayanannya di Indonesia. Tak ayal kalau kemudian Prudential terus bertumbuh hingga mempunyai lebih dari 143.000 jaringan kekuatan pemasaran berlisensi yang melayani lebih dari 1,4 juta nasabah di segala Indonesia.

 

Banyak orang yang kemudian bertanya ketika diluncurkannya Prudential Syariah. Mereka bertanya apakah asuransi ini benar-bebar halal? Untuk menjawab hal ini kita wajib mengenal mekanisme pengelolaan dana pada Prudential Syariah. Dalam progresnya, mekanisme asuransi Prudential Syariah memakai prinsip halal dan menjauhi segala praktek yang haram.

 

Produk Prudential Syariah ini memang benar-benar dilaksanakan sesuai dengan petunjuk umum asuransi syariah yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga segala pengerjaan mulai dari akad hingga pencairan dan klaim akan memakai prinsip syariah. Pada pengelolaan risikonya sendiri, Prudential Syariah memakai “Risk Sharing” atau “Berbagi Risiko” yang bermakna saling tolong-menolong kalau peserta asuransi mengalami suatu petaka. Ada dua akad yang disetujui oleh peserta asuransi, yaitu:

 

Akad tijarah atau mudharabah

Yaitu akad antara peserta asuransi syariah dengan Prudential, di mana pihak Prudential bertindak sebagai pengelola (mudharib) dan peserta sebagai pemegang polis (shahibul mal).

 

Akad tabarru atau hibah

Yaitu akad di antara peserta asuransi syariah Prudential di mana peserta akan memberikan hibah yang dipakai untuk menolong peserta lainnya ketika mengalami petaka.

 

Inilah beberapa kabar terkait asuransi kesehatan Prudential umum dan syariah. Tinggal Anda sendiri yang menetapkan mana asuransi kesehatan terbaik. Apakah mau memakai Prudential? Atau yang lain. Semuanya kembali kepada Anda. Semoga dengan kabar ini Anda akan bisa lebih bijaksana untuk menetapkan asuransi kesehatan yang ideal dan sesuai dengan situasi Anda.

matthewaddison
kiemthe-haivl
mffholding